Home / Agenda Kegiatan / Berita

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:42 WIB

Sekretaris PP IPARI Ajak Penyuluh Tulis Kisah Pengabdian yang Inspiratif

Sekretaris Umum PP IPARI, Hj. Elvi Anita Afandi, S.Ag., M.E., CDAI., menyampaikan materi tentang penulisan buku antologi dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan LMS dan Penulisan Buku Antologi Penyuluh Agama Merawat Indonesia Zona 3 Kalimantan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (7/5/2026). Dalam materinya, ia mendorong para penyuluh agama untuk menulis kisah pengabdian yang inspiratif, jujur, dan menyentuh hati pembaca.

Sekretaris Umum PP IPARI, Hj. Elvi Anita Afandi, S.Ag., M.E., CDAI., menyampaikan materi tentang penulisan buku antologi dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan LMS dan Penulisan Buku Antologi Penyuluh Agama Merawat Indonesia Zona 3 Kalimantan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (7/5/2026). Dalam materinya, ia mendorong para penyuluh agama untuk menulis kisah pengabdian yang inspiratif, jujur, dan menyentuh hati pembaca.

IPARIMELAWI.OR.ID | Pengurus Pusat Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PP IPARI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Learning Management System (LMS) dan Penulisan Buku Antologi Penyuluh Agama Merawat Indonesia untuk Zona 3 Kalimantan, Kamis (7/5/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menghadirkan Sekretaris Umum PP IPARI, , sebagai narasumber utama dalam sesi penulisan buku antologi penyuluh agama.

Bimtek ini diikuti para penyuluh agama dari berbagai daerah di Kalimantan dengan tujuan meningkatkan kapasitas penyuluh dalam bidang literasi, dokumentasi pengabdian, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran digital. Dalam kesempatan tersebut, Elvi Anita Afandi menekankan pentingnya kemampuan menulis bagi penyuluh agama sebagai sarana menyampaikan pengalaman lapangan yang inspiratif dan bernilai edukatif bagi masyarakat luas.

Menurut Elvi, penyuluh agama selama ini memiliki banyak pengalaman berharga di tengah masyarakat, namun sebagian besar belum terdokumentasikan dengan baik dalam bentuk tulisan yang hidup dan menyentuh pembaca. Karena itu, melalui program penulisan buku antologi, PP IPARI ingin mendorong lahirnya budaya literasi di kalangan penyuluh agama.

“Tekankan bahwa ini bukan laporan kegiatan, tapi cerita bermakna,” ujar Elvi saat menyampaikan materi.

Ia menjelaskan, tulisan inspiratif tidak cukup hanya menyampaikan data dan rangkaian kegiatan formal. Sebuah tulisan harus mampu menghadirkan emosi, nilai perjuangan, dan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat setelah hadirnya penyuluh agama di tengah kehidupan mereka.

Dalam pemaparannya, Elvi menyampaikan bahwa salah satu kekuatan utama tulisan yang baik adalah kemampuan penulis membangun alur cerita yang membuat pembaca ikut terlibat secara emosional. Karena itu, ia menyarankan agar penulis memulai cerita dari konflik atau tantangan yang benar-benar terjadi di lapangan.

“Mulai dengan konflik atau tantangan,” tegasnya.

Menurutnya, konflik merupakan pintu masuk penting dalam sebuah cerita. Konflik dapat berupa keterbatasan sarana, penolakan masyarakat, persoalan sosial keagamaan, kesulitan geografis, hingga tekanan yang dialami penyuluh saat menjalankan tugas di lapangan.

Ia menilai, pengalaman-pengalaman seperti itu justru menjadi kekuatan utama tulisan penyuluh agama karena menunjukkan perjuangan dan proses nyata yang dialami.

“Awal cerita bisa dimulai dari situasi atau tantangan. Misalnya konflik, keterbatasan, penolakan, atau kondisi masyarakat tertentu. Setelah itu jelaskan prosesnya, apa yang dilakukan penyuluh, pendekatan yang dipakai, metode, hingga kreativitas yang dilakukan,” jelasnya.

Baca juga |  Penyuluh Agama Islam Kemenag Melawi Rutin Berikan Bimbingan Kajian Fiqih

Elvi juga memaparkan struktur sederhana penulisan kisah inspiratif yang dapat diterapkan para peserta. Menurutnya, tulisan yang baik harus memiliki alur yang jelas mulai dari pengenalan masalah, proses penyelesaian, titik balik, hingga dampak yang muncul setelah proses pembinaan dilakukan.

“Ada perubahan. Dari masalah, lalu ada proses, kemudian ada dampak. Itu yang membuat tulisan menjadi hidup,” katanya.

Selain membahas teknik penulisan, Elvi turut menekankan pentingnya ketulusan dalam menulis. Ia mengatakan, tulisan yang lahir dari hati akan lebih mudah menyentuh pembaca dibanding tulisan yang dibuat hanya untuk memenuhi kewajiban administratif.

“Tulislah dengan hati. Banyak tulisan yang tidak meninggalkan kesan baik bagi pembaca maupun penulisnya. Tulisan yang mampu membuat pembaca hanyut adalah tulisan yang jujur dan ditulis dengan hati,” ujarnya.

Menurutnya, kejujuran menjadi unsur penting dalam membangun kedekatan emosional dengan pembaca. Ketika penulis mampu menuangkan pengalaman nyata dengan tulus, maka pembaca akan lebih mudah memahami pesan yang ingin disampaikan.

Dalam sesi materi tersebut, Elvi juga memberikan beberapa pilihan sudut pandang penulisan agar tulisan penyuluh tidak monoton. Ia menyebutkan beberapa pendekatan yang dapat digunakan, seperti sudut pandang tantangan, peluang perubahan, keunikan lapangan, kisah kemanusiaan, hingga inovasi yang dilakukan penyuluh agama.

Ia mencontohkan, pengalaman penyuluh dalam mendampingi masyarakat di daerah terpencil, membina kelompok rentan, menyelesaikan konflik sosial, atau menciptakan metode pembinaan berbasis budaya lokal merupakan cerita yang sangat potensial untuk diangkat menjadi tulisan inspiratif.

“Kisah sederhana pun bisa menjadi luar biasa jika ditulis dengan sudut pandang yang tepat,” ungkapnya.

Selain itu, Elvi mengingatkan bahwa tulisan inspiratif harus mampu menghadirkan “rasa” bagi pembaca. Menurutnya, pembaca tidak hanya ingin mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga ingin merasakan suasana, perjuangan, dan harapan yang dialami penulis.

“Ada rasa yang harus dibangun. Pembaca bukan hanya mengetahui, tetapi ikut merasakan,” katanya.

Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari peserta bimtek. Sejumlah penyuluh mengaku termotivasi untuk mulai menuliskan pengalaman pengabdian mereka di tengah masyarakat. Selama ini, sebagian besar penyuluh lebih terbiasa membuat laporan administratif dibanding karya tulis naratif yang bersifat inspiratif.

Baca juga |  Waktu Subuh Penuh Berkah, Kakan Kemenag Melawi Ajak Umat Konsisten Berjamaah

Melalui kegiatan tersebut, PP IPARI juga ingin memperkuat kompetensi penyuluh di bidang literasi digital dan dokumentasi pengabdian. Penggunaan LMS dalam kegiatan ini menjadi bagian dari transformasi digital organisasi dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas penyuluh agama secara berkelanjutan.

Elvi menilai dokumentasi dalam bentuk tulisan sangat penting untuk menjaga jejak pengabdian penyuluh agama di Indonesia. Banyak pengalaman lapangan yang memiliki nilai pembelajaran tinggi, namun hilang begitu saja karena tidak pernah ditulis dan dipublikasikan.

“Kalau tidak ditulis, pengalaman itu akan hilang begitu saja. Padahal banyak nilai dan pelajaran yang bisa diwariskan,” ujarnya.

Ia berharap para penyuluh agama tidak hanya aktif melakukan pembinaan keagamaan di masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penulis yang mengabadikan pengalaman dan nilai-nilai pengabdian mereka.

“Menulis itu bukan hanya tentang kemampuan bahasa, tetapi tentang keberanian menyampaikan pengalaman dan nilai kehidupan kepada orang lain,” tambahnya.

Bimtek berlangsung interaktif dengan sesi pemaparan materi, diskusi, serta praktik penyusunan kerangka cerita inspiratif. Para peserta juga diberikan arahan teknis terkait penggunaan LMS untuk mendukung proses pembelajaran dan pengumpulan karya tulis secara digital.

Melalui kegiatan ini, PP IPARI berharap lahir lebih banyak karya tulis dari para penyuluh agama di seluruh Indonesia. Buku antologi yang tengah disusun diharapkan dapat menjadi dokumentasi pengabdian penyuluh agama dalam merawat kehidupan masyarakat, memperkuat nilai keagamaan, serta membangun harmoni sosial di tengah keberagaman bangsa.

Abdurrahman Assayuthi

Share :

Baca Juga

Berita

Penyuluh Agama Islam Kemenag Melawi Isi Tarhib Ramadan di SMPN 7 Nanga Pinoh

Berita

Penyuluh Agama Islam Kemenag Melawi Rutin Berikan Bimbingan Kajian Fiqih

Berita

Sri Sumarni dan Tim Penyuluh Kristen Hadirkan Penguatan Iman bagi Pasien RSUD Melawi

Agenda Kegiatan

Penyuluh Agama Kemenag Melawi Sampaikan Pesan Isra’ Mi’raj di Tanjung Tengang

Berita

Ketua IPARI Melawi Sukarno Syuting Program “Tauladan Berkah” Bank Kalbar di Masjid Agung Juang

Agenda Kegiatan

Gerakan Gemar Shalat Subuh Keliling ke-4 Digelar di Masjid Al Ikhlas Desa Baru Melawi

Berita

Menguatkan dari Hati, Penyuluh Agama Laksanakan Bimroh di RSUD Melawi

Berita

MoU IPARI Melawi dan Empat Sekolah Digelar di Aula Kemenag Melawi