Umat Katolik di Gereja Katolik St. Stefanus Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan, merayakan Ibadat Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam dengan penuh khidmat pada Minggu, 23 November 2025. Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Nur Apriani, Penyuluh Agama Katolik, dan diikuti oleh umat dari berbagai wilayah sekitar Pinoh Selatan.
Perayaan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam merupakan puncak dari Tahun Liturgi Gereja Katolik. Momentum ini menjadi saat reflektif bagi umat untuk meneguhkan kembali iman dan kesetiaan kepada Yesus Kristus sebagai Raja dan Juruselamat umat manusia.
Dalam khotbahnya, Nur Apriani mengajak seluruh jemaat untuk mendalami makna bacaan Injil yang dibacakan pada hari itu. Ia menekankan pentingnya sikap hati yang benar dalam menghadapi penderitaan, tantangan, dan kesulitan hidup yang kerap dialami manusia.
“Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan sikap kita dalam menghadapi penderitaan. Seperti penjahat yang bertobat di samping Yesus, kita diajak untuk rendah hati mengakui dosa-dosa kita dan percaya sepenuhnya pada keselamatan yang diberikan oleh Yesus,” ungkap Nur Apriani di hadapan umat.
Ia menegaskan bahwa kasih dan pengampunan Yesus Kristus tidak terbatas hanya bagi mereka yang merasa benar, melainkan terbuka bagi setiap orang berdosa yang dengan tulus bertobat dan mengharapkan anugerah keselamatan dari-Nya.
Lebih lanjut, Nur Apriani juga menjelaskan bahwa ejekan dan hinaan yang diterima Yesus dari orang banyak, sebagaimana tergambar dalam Injil, mencerminkan bagaimana iman sering kali diuji dalam situasi yang sulit dan penuh penderitaan. Namun, justru dalam kondisi tersebut, iman dipanggil untuk semakin berakar dalam pengharapan.
“Di tengah ejekan dan tantangan hidup, kita diingatkan untuk tidak goyah. Pengharapan kita kepada Kristus sebagai Raja dan Juruselamatlah yang akan membawa kita pada damai sejahtera dan hidup kekal. Kesetiaan dan kepercayaan penuh kepada janji keselamatan-Nya menjadi kunci, meskipun kita sedang berjalan dalam pencobaan,” tegasnya.
Perayaan ibadat berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Umat mengikuti seluruh rangkaian liturgi dengan doa dan nyanyian pujian sebagai ungkapan iman dan syukur. Perayaan ini tidak hanya menjadi momen liturgis yang sakral, tetapi juga menjadi penguatan iman bagi umat untuk terus setia mengikuti Kristus Sang Raja Semesta Alam dalam kehidupan sehari-hari.
- Penyuluh Agama Islam Kemenag Melawi Berikan Materi Moderasi Beragama pada MPLS SMKN 1 Nanga Pinoh - 29 Juli 2026
- IPARI Melawi Koordinasikan Program Peningkatan Baca Tulis Al-Qur’an di MTsN 2 Melawi - 25 Mei 2026
- Penyuluh Agama Katolik Ghabriel Salim dan Rekan Berikan Bimbingan Rohani kepada Pasien di RSUD Melawi - 21 Mei 2026



















