Upaya penguatan karakter peserta didik terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan bimbingan keagamaan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Belimbing Hulu di SMP Negeri 3 Belimbing Hulu. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (24/11/2025) dan diikuti oleh siswa-siswi kelas VII hingga kelas IX yang berlokasi di Desa Tiong Keranjik, Kecamatan Belimbing Hulu.
Penyuluh Agama Islam KUA Belimbing Hulu, Akhmad Bil Makarim, hadir langsung untuk memberikan pembinaan keagamaan sekaligus penguatan karakter Islami kepada para peserta didik. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an, membiasakan mereka membaca Al-Qur’an dan Iqra secara rutin, serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia sejak usia dini.
Pembinaan keagamaan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik agar sejalan dengan pembentukan karakter dan moral generasi muda. Di tengah tantangan perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah dinilai sangat penting sebagai benteng moral bagi peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, para siswa dikelompokkan ke dalam dua kelas pembinaan berdasarkan kemampuan membaca. Kelompok pertama mengikuti pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi siswa yang telah mampu membaca dengan lancar. Sementara itu, kelompok kedua difokuskan pada pembelajaran Iqra bagi siswa yang masih berada pada tahap pengenalan huruf hijaiyah dan dasar-dasar membaca Al-Qur’an. Metode pengelompokan ini dilakukan agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan setiap siswa mendapatkan pendampingan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuannya.
Akhmad Bil Makarim dalam penyampaiannya menekankan pentingnya penguatan dasar-dasar keagamaan secara berkelanjutan. Menurutnya, pembiasaan membaca Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis membaca, tetapi juga menjadi sarana membentuk kepribadian dan karakter siswa yang berakhlak mulia.
“Melalui pembiasaan membaca Al-Qur’an dan penanaman nilai-nilai keislaman, kita berharap peserta didik tidak hanya semakin fasih dalam membaca, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda harus memiliki fondasi spiritual yang kuat agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan keagamaan di sekolah merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, pendidik, dan penyuluh agama. Sinergi yang baik diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pembentukan karakter Islami siswa.
Pihak SMP Negeri 3 Belimbing Hulu menyambut baik dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pembinaan keagamaan tersebut. Menurut pihak sekolah, kehadiran Penyuluh Agama Islam memberikan motivasi tersendiri bagi siswa dalam meningkatkan semangat belajar Al-Qur’an serta memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan sekolah.
Sekolah berharap kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bagian dari program pendidikan karakter. Dengan adanya pembinaan yang konsisten, diharapkan peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, sehingga mampu menjadi generasi penerus bangsa yang beriman, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.



















