IPARI (Kemenag Melawi) — Menjelang pelaksanaan salat tarawih di Masjid Agung Juang Nanga Pinoh, Muhd Soekarno, penyuluh agama Islam kemenag melawi menyampaikan tausiah yang mengangkat tema tentang makna puasa sebagai sarana pembinaan akhlak dan pembersihan hati.
Dalam penyampaiannya, beliau menekankan tiga hal penting yang harus dihidupkan selama menjalani ibadah puasa.
Pertama, menahan diri dari segala hal yang dapat merusak nilai puasa, baik perbuatan maupun ucapan. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, mengendalikan emosi, serta menahan diri dari perbuatan yang tidak bermanfaat.
Kedua, memaafkan kesalahan orang lain. Disampaikan bahwa Ramadan adalah momentum terbaik untuk membuka pintu maaf dan memperbaiki hubungan antarsesama. “Jangan biarkan hati kita dipenuhi dendam. Orang yang kuat bukan yang membalas, tetapi yang mampu memaafkan,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Ketiga, bersabar dalam menjalani setiap ujian kehidupan. Sabar dalam ketaatan, sabar meninggalkan larangan Allah, serta sabar menghadapi cobaan menjadi kunci agar puasa benar-benar membentuk pribadi yang bertakwa.
Tausiah yang disampaikan dengan bahasa sederhana namun menyentuh tersebut membuat jamaah larut dalam suasana perenungan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan ruhani umat agar Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari.



















