IPARI (Kemenag Melawi) – Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Abdurrahman Assayuthi, menyampaikan kultum usai salat Isya dan menjelang salat tarawih di Masjid Agung Kota Juang, Ahad malam (02/03).
Dalam tausiyahnya, Abdurrahman mengangkat tema “Empat Lisan Barokah Menurut Imam Al-Ghazali” dengan merujuk pemikiran Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah. Ia menjelaskan bahwa lisan merupakan amanah besar yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk kebaikan agar bernilai ibadah dan mendatangkan keberkahan.
Empat lisan yang barokah tersebut meliputi:
- Lisan yang senantiasa berzikir kepada Allah SWT, memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, dan istighfar.
- Lisan yang selalu memberi nasihat kebaikan, mengajak kepada amar ma’ruf nahi munkar dengan hikmah dan kelembutan.
- Lisan yang selalu berdoa, menjadikan doa sebagai kekuatan spiritual seorang mukmin.
- Lisan yang senantiasa membaca Al-Qur’an, menghidupkan Ramadan dengan tilawah dan tadabbur.
Selain itu, ia juga menyampaikan tentang empat golongan yang dirindukan surga, yaitu orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an, menjaga lisannya dari perkataan buruk, memberi makan kepada orang yang kelaparan, serta berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
Dalam penutupnya, Abdurrahman Assayuthi mengajak jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas diri, khususnya dalam menjaga lisan dan memperbanyak amal kebaikan.
Kegiatan kultum ini menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan yang digagas oleh pengurus Masjid Agung Kota Juang selama bulan suci Ramadan, guna memperkuat nilai-nilai spiritual dan meningkatkan keimanan masyarakat.



















