IPARIMELAWI.OR.ID | Melawi – Gerakan Masyarakat Ramaikan (GEMAR) Subuh Berjamaah resmi melaksanakan Subuh Keliling Perdana pada Rabu pagi (07/01), bertempat di Masjid Agung Kota Juang, Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.
Kegiatan ini merupakan inisiasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Kementerian Agama Kabupaten Melawi bersama Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kabupaten Melawi, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Melawi, serta melibatkan seluruh ormas Islam, pengurus masjid, dan imam masjid se-Kecamatan Nanga Pinoh.
Subuh Keliling Perdana ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan umat Islam agar istiqamah melaksanakan shalat subuh berjamaah, sekaligus memperkuat ukhuwah antar-masjid dan elemen umat di Kabupaten Melawi.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Yusuf, salah satu hafidz Al-Qur’an lulusan Pondok Pesantren Tahfidz Muinul Islam Kabupaten Kubu Raya. Yusuf juga merupakan penerima program beasiswa LPTQ Kabupaten Melawi untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan menambah kekhusyukan suasana shalat subuh berjamaah.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh H. Sukiman, Ketua GEMAR Subuh Berjamaah sekaligus Ketua Masjid Agung Kota Juang Kabupaten Melawi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari niat bersama untuk memakmurkan masjid dan menghidupkan shalat subuh berjamaah di tengah masyarakat.
“Gerakan GEMAR Subuh Berjamaah ini kita niatkan bersama sebagai ikhtiar memakmurkan masjid. Kalau ikhlas dan karena ridha Allah, insyaallah ringan bagi kita untuk melangkah ke masjid melaksanakan shalat subuh berjamaah,” ujar H. Sukiman.
Ia juga berharap, melalui gerakan yang dilakukan secara berkelanjutan dan terjadwal ini, shalat subuh berjamaah dapat menjadi budaya di tengah masyarakat Melawi.
“Semoga ke depan, shalat subuh bisa seramai shalat Jum’at. Ini harapan besar kita bersama, tentu dengan niat yang lurus dan keistiqamahan,” tambahnya.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiah subuh yang disampaikan oleh H. Anuar Akhmad, S.Ag., M.M, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi. Dalam tausiahnya, H. Anuar menekankan pentingnya shalat subuh berjamaah sebagai fondasi pembentukan karakter umat, penguatan iman, dan persatuan umat Islam.

Kegiatan Subuh Keliling ini direncanakan akan dilaksanakan secara berkesinambungan di masjid-masjid yang ada di Kecamatan Nanga Pinoh dan wilayah lain di Kabupaten Melawi, sebagai bagian dari upaya membangun kesalehan individual dan sosial.
Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, GEMAR Subuh Berjamaah diharapkan menjadi gerakan moral dan spiritual yang tumbuh dari masjid dan mengakar di tengah kehidupan umat, semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.
Dalam tausiahnya, H. Anuar Akhmad membagikan pengalaman panjangnya dalam menggerakkan shalat subuh berjamaah di berbagai daerah. Ia mengisahkan bahwa sejak tahun 2010, dirinya telah menggagas program Meraih Berkah Subuh (MBS) saat bertugas di Kabupaten Sintang.
“Sejak tahun 2010 di Kabupaten Sintang, kami memulai program Meraih Berkah Subuh atau MBS. Alhamdulillah, sampai hari ini jamaahnya sudah sekitar 400 orang dan masih terus berjalan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, gerakan serupa juga telah dijalankan di Kabupaten Sanggau sejak tahun 2023 dan hingga kini tetap aktif dengan partisipasi jamaah yang konsisten.
“Di Sanggau, sejak 2023, kegiatan subuh berjamaah juga kita gerakkan. Alhamdulillah, sampai sekarang masih aktif. Ini menunjukkan bahwa jika diniatkan dengan ikhlas, gerakan seperti ini bisa terus hidup,” katanya.
Lebih lanjut, H. Anuar menegaskan bahwa tujuan utama dari GEMAR Subuh Berjamaah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan membentuk keistiqamahan masyarakat dalam shalat berjamaah, yang diyakini menyimpan banyak keberkahan dalam kehidupan.
“Tujuan utama kita adalah bagaimana masyarakat bisa istiqamah shalat berjamaah. Karena di dalam shalat berjamaah itu begitu banyak berkah, baik berkah waktu, kesehatan, persaudaraan, maupun keberkahan hidup,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan keutamaan waktu subuh sebagai waktu yang sangat ideal untuk memulai aktivitas ibadah dan kehidupan.
“Waktu subuh adalah waktu terbaik. Saat itu tubuh kita masih segar, pikiran jernih, dan hati lebih mudah menerima kebaikan. Kalau subuh kita sudah dimulai dengan ibadah berjamaah, insyaallah hari kita akan penuh keberkahan,” tutur H. Anuar.
Menurutnya, apabila shalat subuh berjamaah mampu dijaga secara konsisten, maka masjid tidak hanya akan hidup pada waktu-waktu tertentu, tetapi benar-benar menjadi pusat pembinaan iman dan persatuan umat.
- Inovasi Pelaksanaan Bimbingan Pernikahahan, Penyuluh Aagama Islam di Melawi Buat Aplikasi iBerkah - 15 Februari 2026
- Penyuluh Agama Kemenag Melawi Serahkan Buku Pedoman Penyuluhan pada Tasyakuran HAB ke-80 - 12 Januari 2026
- Penguatan Moderasi Beragama di SMAN 1 Pinoh Utara, Penyuluh Agama Islam Kemenag Melawi Ajak Siswa Jaga Kerukunan - 8 Januari 2026



















